Haiiiii.....
kadang2 Cikmala terpikir juga pasal kematian
terpikir bila jasad kita terbujur kaku saat dimandikan
waktu tue ROH KITA DI MANA?????
adakah tengah melihat APA YG BERLAKU??
walhal belum bersedia nak meninggalkan org2 yg tersayang.......
amal ibadat DOP CUKUP lagi...
camane tue!!
Malam dingin udara terasa menusuk.
Air mata menitis, mengalir begitu saja.
Mengingat kematian bisa hadir bila2 saja.
Bahkan bila Allah menakdirkan detik ini kita meninggal dunia, maka detik inipun kita
meninggal dan kita tidak dapat menolaknya. Kita tidak boleh berbuat apapun,
sekalipun kita berlari keujung dunia, kematian tetap menjemput kita.
meninggal dan kita tidak dapat menolaknya. Kita tidak boleh berbuat apapun,
sekalipun kita berlari keujung dunia, kematian tetap menjemput kita.
Rumah tiba-tiba penuh dengan tangisan. Anak-anak kita menangis.
Pasangan hidup kita menangis. Orang tua kita menangis. Teman pejabat,
kerabat, tetangga, mereka semua menangis. Kita hanya bisa membisu,
jasad kita dimandikan, dikafani, kemudian disholatkan.
Selesai sholat tubuh kita dimasukkan keranda.
Diangkat dan di masukkan keliang lahat. Diringi isak tangis
orang-orang yang kita kasihi.
Pasangan hidup kita menangis. Orang tua kita menangis. Teman pejabat,
kerabat, tetangga, mereka semua menangis. Kita hanya bisa membisu,
jasad kita dimandikan, dikafani, kemudian disholatkan.
Selesai sholat tubuh kita dimasukkan keranda.
Diangkat dan di masukkan keliang lahat. Diringi isak tangis
orang-orang yang kita kasihi.
Tubuh kita diturunkan diliang lahat seukuran tubuh kita.
Dimiringkan ke arah kiblat. Ditutup dengan papan.
Tinggallah diri kita dalam kegelapan, sendirian dan kesepian.
Tiada seorang pun yang mau menemani diri kita.
Bahkan orang paling mencintai kita sekalipun pergi meninggalkan kita.
Hanyalah amal kebaikan kita selama hidup didunia yang menemani kita.
Amal kebaikan itulah yang menjadi bekal kita.
Dimiringkan ke arah kiblat. Ditutup dengan papan.
Tinggallah diri kita dalam kegelapan, sendirian dan kesepian.
Tiada seorang pun yang mau menemani diri kita.
Bahkan orang paling mencintai kita sekalipun pergi meninggalkan kita.
Hanyalah amal kebaikan kita selama hidup didunia yang menemani kita.
Amal kebaikan itulah yang menjadi bekal kita.
‘Apabila nafas seseorang telah mendesak sampai dikerongkongan
dan dikatakan kepadaNya. ‘Siapakah yang dapat menyembuhkanmu?’
dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan
dunia telah tiba dan tautan betis kiri dan betis kanan. kepada
Tuhanmu-lah pada hari itu kamu dihalau.’ (QS. al-Qiyamaah : 26-30).
dan dikatakan kepadaNya. ‘Siapakah yang dapat menyembuhkanmu?’
dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan dengan
dunia telah tiba dan tautan betis kiri dan betis kanan. kepada
Tuhanmu-lah pada hari itu kamu dihalau.’ (QS. al-Qiyamaah : 26-30).
Sudahkah kita siap bila detik ini ajal tiba?
Tiada ulasan:
Catat Ulasan